Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Hanif Zuhair dari Program Studi Proteksi Tanaman, Muhammad Husoli Isro’ Septianto dari Program Studi Agronomi, dan Alfiananta Wijaya dari Program Studi Agribisnis. Keterlibatan mahasiswa dari tiga bidang keilmuan tersebut mencerminkan pendekatan multidisiplin Faperta UNEJ dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi pertanian.
Selama mengikuti program di Walai Rukhavej Botanical Research Institute, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan biodiversitas, sumber daya hayati, lingkungan, serta pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk mempelajari proses penelitian di lingkungan perguruan tinggi internasional serta berinteraksi dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Walai Rukhavej Botanical Research Institute menjadi lingkungan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa pertanian karena mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengembangan pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati, dan pelestarian sumber daya alam. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara ilmu pertanian, konservasi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan penelitian, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya. Melalui interaksi di lingkungan internasional, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, adaptasi, kerja sama, berpikir kritis, serta kemandirian dalam menghadapi dinamika kegiatan akademik dan penelitian.