KOMOSLY, KREASI MAHASISWA UNEJ BIDANG PERTANIAN DALAM AJANG PKM M 2018

Kali ini akan membahas berita seputar karya inovasi mahasiswa fakultas pertanian yang berkolaborasi dengan fakultas teknologi pertanian dalam ajang perlombaan PKM Pengabdian Masyarakat 2018. Ketua pelaksana yakni atas Nama Maghfirotus Sibyan bersama rekan timnya yaitu Feri Dwi Putra Suhartono (Agroteknologi), Meida Cahyaning Putri (Teknologi Hasil Pertanian, dan M. Aly Firdaus (Teknologi Hasil Pertanian) menciptakan suatu ide yang dapat membantu masyarakat di Desa Sucopangepok Kabupaten Jember. Dalam ajang perlombaan ini, Tim yang diberi nama KOMOSLY akhirnya lolos dalam seleksi pendanaan PKM 5 Bidang tahun 2018 dan mulai mengaplikasikan gagasan kepada desa yang dituju.
Kabupaten Jember memiliki komoditas hortikultura yang sangat beragam dan luas. seperti salah satu daerah yang peneliti jajahi yakni di Desa Sucopangeppok Kecamatan Jelbuk. Desa tersebut mayoritas ditanami tanaman cabai rawit oleh masyarakat atau petani karena lokasi yang sangat mendukung untuk pertumbuhan cabai rawit. Namun, beberapa permasalahan yang kami temukan di desa yaitu adanya masalah sampah dari limbah pembibitan cabai rawit seperti mini-polybag yang terbuat dari plastik. Hal inilah yang menggerakan kami sebagai tim mahasiswa UNEJ untuk bisa memberikan solusi agar penggunaan mini-polybag tidak terlalu besar sehingga lingkungan menjadi lestari dan aman.
Selain dari menumpuknya limbah plastik, ternyata banyak limbah pertanian maupun peternakan yang tidak termanfaatkan. Padahal secara teori maupun literatur, limbah pertanian seperti bekatul, kulit kopi kering, maupun kotoran ternak baik untuk kesuburan tanah sehingga meningkatkan hasil produksi pertanian. akhirnya, kami memutuskan untuk membuat suatu inovasi wadah alami sebagai pengganti mini-polybag yaitu KOMOSLY. Dengan harapan awal inilah, kami mulai bangkit dan bergabung Bersama masyarakat di Desa Sucopangepok untuk membantu dalam pengaplikasian KOMOSLY untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan lestari.
Sosialisasi yang dilakukan oleh tim yaitu memiliki 2 teknis, awal sosialisasi mengumpulkan seluruh masyarakat Desa Sucopangepok di Balai Desa dan nantinya akan diberikan pengarahan mengenai bahayanya akan limbah plastik terhadap lingkungan. Hal ini diperlukan agar masyarakat sadar mengenai bahaya penggunaan plastik terutama dari hasil limbah pembibitan berupa mini-polybag. Kemudian, tim UNEJ memberikan solusi baru berupa KOMOSLY sebagai media pembibitan alami dan bahan yang digunakan sangat mudah untuk didapatkan mengingat KOMOSLY dibuat dari limbah pertanian dan peternakan yang berada di Desa Sucopangepok.
Teknis kedua, setelah dilakukannya sosialisasi di balai desa maka tim melanjutkan kegiatan sosialisasi secara langsung di tiap rumah. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih memahami cara pembuatan dan manfaat dari pengaplikasian KOMOSLY. selain itu, kami juga ikut berpartisipasi Bersama masyarakat untuk membuat KOMOSLY Bersama agar masyarakat bisa memulai untuk menerapkan KOMOSLY di rumah nya masing-masing. Masyarakat desa sangat antusias terhadap produk KOMOSLY karena bahan mudah didapatkan tanpa membeli dan bersifat ramah lingkungan.
Pelaksanaan KOMOSLY dilakukan oleh Tim Mahasiswa UNEJ selama kurnag lebih 1 bulan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat untuk Program PKM Pengabdian Masyarakat. Hal yang dilakukan pada pelaksanaan yaitu membuat KOMOSLY Bersama antara Tim Mahasiswa UNEJ dengan masyarakat. Dengan adanya pelaksaaan pembuatan secara Bersama-sama menjadi tujuan tim mahasiswa agar masyarakat lebih memahami cara pembuatan KOMOSLY dan mulai menerapkannya di pekarangan rumah.
Apa saja kah kegiatan yang dilakukan dalam pembuatan KOMOSLY:
a) Menyiapkan Bahan-bahan limbah pertanian (Bonggol Jagung, Bekatul, dan Kulit Kopi) dan Limbah peternakan (kotoran sapi dan ayam yang sudah kering)
b) Setelah menyiapkan bahan, maka proses pembuatan dilakukan dengan mencapurkan keseluruhan bahan atau limbah hingga tercampur menjadi tanah atau kompos.
c) Apabila sudah tercampur, maka kompos siap dicetak pada gelas bekas untuk dijadikan sebagai wadah pembibitan tanaman cabai.
d) Setelah selesai dicetak, kemudian dikeringkan agar KOMOSLY bias digunakan.

 

Dokumentasi Foto : https://kawanda.unej.ac.id/index.php/s/x8oYCeKL4J8tQKJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *