PELEPASAN MAHASISWA PROGRAM PENDAMPINGAN APBN-P 2017

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian akan melibatkan ribuan mahasiwa untuk mendampingi petani guna memastikan peningkatan produksi pertanian.
“Akhir tahun ini dari Universitas Jember khususnya Fakultas pertanian akan menerjunkan 30 pendamping petani dari unsur mahasiswa, 3 dosen pembimbing , yang tersebat di Jember, Situbondo dan Banyuwnagi, kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember pada acara Pelepasan Mahasiswa Program Pendampingan Petani APBN-P 2017, Senin (2/9).
Dalam Rapat Koordinasi Program Pendampingan Mahasiswa/Alumni/Pemuda Tani APBNP 2017 itu, ia mengatakan ribuan pendamping pertanian dari 40 perguruan tinggi mitra Kementan dan tujuh Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) akan mulai ke lahan pertanian pada September hingga November 2017.
“Kami yakin meski waktu pelaksanaannya sangat singkat, namun akan efektif jika dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa, dosen, menurut dia, untuk memastikan terealisasinya inovasi di bidang pertanian. Dengan upaya itu, kata dia, juga diyakini mampu mendukung terwujudnya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.
Ia menyatakan ada beragam kegiatan akan dilakukan dalam pendampingan itu, di antaranya menggerakkan kelompok tani untuk menerapkan teknologi tepat guna, hingga membantu membangun jejaring agribisnis dan kemitraan petani dengan pelaku usaha.
Sementara itu Wakil Rektor I Universitas Jember Drs. Zulfikar, PhD. dalam sambutan pelepasannya, mengatakan sangat optimistis melalui pendampingan itu akan membantu memperkuat sistem agribisnis dari hulu ke hilir, bukan hanya pada komoditas padi, jagung dan kedelai (pajale), namun juga seluruh tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah serta bawang putih.
Lebih lanjut dekan mengatakan “Program ini merupakan program besar dalam rangka membangun sektor pertanian guna meningkatkan kemampuan produksi pertanian kita, supaya nasib pertanian kita tidak terus menerus tergantung pada impor oleh karena itu kegiatan ini sangat mulia”
“Kalau dulu kan hanya fokus pada tanaman tertentu saja. Sekarang kami akan prioritaskan semua termasuk seluruh tanaman hortikultura sehingga Indonesia tidak perlu impor lagi,” katanya menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *